1. ubah adapter1 pada virtualbox menjadi NAT dan pada advanced berikan allow-all

2. lalu mulai debian, masuk ke terminal lalu #ping google.com
untuk memastikan sudah terhubung ke internet

3. kalau sudak konek internet, buka terminal, masuk ke root #su (lalu enter) (password root)

4. jika belum konek internet, kita harus konfigurasi interfacenya, caranya
#nano /etc/network/interfaces

misal muncul script berikut :

auto enp0s3
iface enp0s3 inet static
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
dns-nameservers 192.168.1.1

berikan tanda pagar # pada script tersebut :

#auto enp0s3
#iface enp0s3 inet static
#address 192.168.1.1
#netmask 255.255.255.0
#dns-nameservers 192.168.1.1

5. kalau sudah, restart linknya :
#/etc/init.d/networking restart

6. coba #ping google.com
untuk memastikan sudah terhubung ke internet

7. install file server #apt install samba

8. sebelum konfigurasi, backup filenya smb.conf
#cp /etc/samba/smb.conf /etc/samba/smb.conf.2

9. sebelum dikongurasi buat folder #mkdir /home/nama/tkjhore
(nama adalah nama user)

10. masuk ke folder #cd /home/nama/tkjhore

11. buat file text #nano catatansaya.txt
ketik "ini catatan saya, kalian boleh mengcopy nya"
lalu simpan (ctrl+o) enter, keluarkan (ctrl+x)

13. berikan akses untuk folder yg sudah dibuat #chmod 777 /home/nama/tkjhore

14. sekarang kita konfigurasi file server :
#nano /etc/samba/smb.conf
tambahkan script berikut di paling bawah

[fileserver]
Path=/home/nama/tkjhore
Browseable=yes
Writeable=yes
Guest ok=yes
Public=yes
Read-only=no

lalu simpan (ctrl+o) enter, keluarkan (ctrl+x)

15. restart file server #/etc/init.d/samba-ad-dc restart

16. sebelum uji coba, ping ip windows #ping 192.168.1.2
dan ping dari CMD (control+r) ke debian #192.168.1.1

17. jika sudah terhubung windows dan debian, saatnya uji coba, caranya :
tekan windows+r
ketik \\192.168.1.1


Posting Komentar